RSS

Persalinan Normal (pervaginam) atau Sectio Caesaria (SC)

19 Mar

Sekarang ini melahirkan secara sectio caesaria sudah tidak tabu lagi, tapi mayoritas kaum Ibu menginginkan persalinan secara normal dan tidak sedikit juga kaum Ibu merencanakan untuk melahirkan secara oprasi (sectio caesaria). Keputusan yang tepat, melahirkan secara normal atau sectio caesaria diambil pada waktu dan keadaan yang tepat, dengan mempertimbangkan risiko, teknik dan kemampuan dari penolong persalinan.
Sebelum memutuskan untuk melahirkan dengan cara apa, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan persalinan normal (pervaginam) dan section caesaria. Ada macam-macam persalinan yaitu:
1.    Persalinan Spontan/Partus,
Dengan kekuatan Ibu sendiri.
2.    Persalinan Tindakan (Dibantu dari Luar)
•    Vacum (menggunakan alat seperti mangkok yang terbuat dari besi, bayi di tarik)
•    SC (sectio caesaria)
•    Forcep (menggunakan alat penjepit yang terbuat dari standlis, ditaruh pada baian kanan dan kiri janin)
3.    Persalian Buatan
•    Pemberian oksitosin
•    Pemecahan kulit ketuban
•    Menggunankan batang laminaria, yang dimasukkan ke dalam serviks pasien (tidak digunakan lagi,   dapat menimbulkan infeksi)
4.     Persalinan Anjuran
Persalinan berlangsung dengan umur kehamilan yang sudah cukup (9bln)
Dalam artikel ini akan dibahas mengenai melahirkan normal dan SC.
A.    Melahirkan dengan cara Normal (pervaginam)
Merupakan peristiwa yang normal atau fisiologis.  Melalui jalan lahir atau vagina. dalam persalinan per vaginam ini juga kecil kemungkinan adanya komplikasi pada bayi, ibu hanya kehilangan sedikit darah, komplikasi pascapersalinan berupa infeksi saluran kencing lebih sedikit, ekonomis, dan nyeri pascapersalinan lebih singkat, sehingga ibu dapat pulang dalam waktu kurang lebih 2 minggu.
Namun adakalanya persalinan spontan ini tidak dapat terjadi karena ditemukan faktor-faktor penghambat saat persalinan yaitu:
•    lingkar panggul ibu yang sempit (normal 80 – 90 cm)
•    bayi yang besar
•    ibu kelelahan
•    gemeli/bayi kembar (dapat melahirkan secara normal, tapi SC lebih disanakan)
•    placenta previa (placenta menutupi jalan lahir)
•    KPD (ketuban pecah dini)
•    Hipertensi

B.    Melahirkan dengan cara Sectio Caesaria
Sesungguhnya SC merupakan alternative terakhir untuk melahirkan dan di ambil pada saat kondisi darurat. Namun tidak sedikit para calon Ibu (primi gravida) memilih jalan SC (SC by reguest), tapi sebenarnya Ibu tersebut masih dapat melakukan persalinan secara normal. Sering kali klien merasa takut atau merasa tidak Askep Pada Pasien Dengan Sectio Caesaria, VEsanggup untuk melahirkan secara normal. Lalu dengan mudahnya mereka memilih jalan SC untuk melahirkan, tanpa mengetahui dampak negative dari melahirkan secara SC.
Sebagai salah satu operasi besar, sectio caesaria (SC) tentu saja mempunyai risiko tersendiri. Misalnya, efek dari obat anestesi (pada saat oprasi, sakit memang tidak terasa, tetapi setelah pengaruh anastesi itu hilang rasa sakitnya teramat sangat melebihi rasa sakit yang dirasakan saat post partum normal), kerusakan pembuluh darah, bekas luka irisan pada rongga uterus yang tidak menutup sempurna (dapat menimbulkan infeksi), kontak yang lama kepada bayi (oleh karena Ibu sibuk deang luka SC), serta gangguan kandung kemih atau organ lain. Sebanyak 8,9 persen wanita pascapersalinan dengan SC kembali ke rumah sakit karena komplikasi SC pascapersalinan, angka ini lebih tinggi dari wanita yang melahirkan per vaginam yakni 2,6 persen. Luka pada rongga uterus juga dapat menyebabkan penurunan kesuburan, kehamilan ektopik terganggu (telur yang di buahi berimplementasi dan tumbuh di luar indometrium ), maupun plasenta previa.
Selain kerugian di atas, SC juga ada keuntungannya yaitu pada SC elektif. Dengan memilih SC elektif  yang terjadwal jelas memungkinkan calon orang tua memilih hari sesuai dengan keinginan mereka tanpa melupakan kesehatan bayi. Pemeriksaan yang lebih teliti diharapkan mengurangi kemungkinan buruk yang dapat menimpa ibu dan bayi saat persalinan berlangsung.
Jarak untuk melahirkan lagi sangat lama setelah kita melakukan SC, pada umumnya min 2-3th, sedangkan jika melahirkan normal dalam waktu 1th sudah dapat melahirkan lagi. Namun sebaiknya kita melihat kembali kondisi klien/ibu.
Hal ini dapat menjadi wacana dan pertimbangan bagi ibu yang menginginkan persalinan secara SC tetapi tidak dalam kondisi darurat.

downlaod ppt nya disini

 
Leave a comment

Posted by on March 19, 2011 in Health

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: